Sudah Siap Berangkat? Intip Aturan Pakaian Ihram Haji untuk Jamaah Laki-laki & Perempuan

AdminWeb May 5, 2026

Menjelang jadwal keberangkatan haji, ada banyak hal yang perlu disiapkan secara matang. Selain menjaga kesehatan tubuh, pastikan kamu sudah paham mengenai ketentuan pakaian ihram haji.

Hal ini sangat krusial agar ibadah kamu sah sesuai syarat dan rukun yang berlaku. Agar tidak bingung, mari pelajari panduan lengkap mengenai pakaian ihram bagi setiap jamaah di bawah ini.

Ketentuan Pakaian Ihram Jamaah Haji Laki-Laki’

Untuk jamaah pria, aturan pakaian ihram memang lebih ketat dibandingkan wanita. Mereka tidak diperbolehkan memakai pakaian berjahit atau yang mengikuti bentuk tubuh. Supaya tidak keliru, berikut detail ketentuannya:

1. Menggunakan Dua Helai Kain Ihram

Pakaian ihram pria terdiri dari dua lembar kain putih yang tidak berjahit, yaitu:

  • Izar: kain yang digunakan untuk menutup bagian bawah tubuh (dari pinggang hingga lutut atau mata kaki)
  • Rida: kain yang disampirkan di bagian atas tubuh

 2. Tidak Memakai Pakaian Berjahit

Selama dalam kondisi ihram, pria dilarang memakai pakaian berjahit seperti kaos atau kemeja, celana panjang atau pendek, serta pakaian dalam. Larangan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesederhanaan dan kesetaraan antarjamaah.

3. Tidak Menutup Kepala

Jamaah pria tidak diperbolehkan menutup kepala dengan benda apa pun, seperti peci, topi, atau sorban. Namun, penggunaan payung tetap diperbolehkan untuk melindungi diri dari panas.

4. Menggunakan Alas Kaki yang Terbuka

Pria hanya boleh memakai sandal atau alas kaki yang tidak menutup mata kaki dan tidak menutupi bagian punggung kaki secara penuh.

5. Dianjurkan Berwarna Putih

Meskipun tidak wajib, kain ihram berwarna putih sangat dianjurkan karena melambangkan kesucian, mencerminkan kesederhanaan, serta menunjukkan kesetaraan tanpa adanya perbedaan status sosial.

6. Sunnah Saat Tawaf: Idhtiba (Membuka Bahu Kanan)

Ketika melaksanakan tawaf, jamaah pria disunnahkan melakukan idhtiba, yaitu membuka bahu kanan sementara bahu kiri tetap tertutup kain ihram. Praktik ini hanya dilakukan saat tawaf berlangsung, bukan sepanjang waktu ihram.

Ketentuan Pakaian Ihram Jamaah Haji Wanita

Berbeda dengan pria, ketentuan pakaian ihram untuk jamaah wanita cenderung lebih fleksibel. Meski begitu, tetap ada aturan yang harus dipatuhi agar ibadah haji berjalan sesuai syariat. Berikut penjelasannya:

1. Menutup Aurat Secara S empurna

Jamaah wanita wajib mengenakan pakaian yang menutup seluruh aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian yang digunakan harus longgar, tidak transparan, dan tidak membentuk lekuk tubuh.

2. Boleh Memakai Pakaian Berjahit

Tidak seperti pria, wanita diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit seperti gamis, mukena, atau pakaian muslimah lainnya. Yang terpenting, pakaian tersebut tetap memenuhi syarat menutup aurat dengan baik.

3. Tidak Menggunakan Cadar dan Sarung Tangan

Selama dalam kondisi ihram, wanita tidak diperbolehkan menutup wajah dengan cadar (niqab) dan tidak memakai sarung tangan. Wajah dan telapak tangan harus dalam keadaan terbuka.

4. Boleh Menutup Kepala

Wanita tetap wajib menutup kepala dengan hijab atau kerudung seperti biasa. Hal ini tidak termasuk larangan dalam ihram.

5. Tidak Berhias Berlebihan

Jamaah wanita dianjurkan untuk tidak menggunakan perhiasan mencolok, parfum, atau riasan berlebihan selama ihram. Tujuannya adalah menjaga kesederhanaan dan kekhusyukan dalam beribadah.

Penutup

Memahami ketentuan pakaian ihram haji bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah agar tetap sah sesuai syariat.

Dengan mengetahui detail apa yang boleh dan tidak boleh dikenakan, kamu bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lebih tenang dan khusyuk.

Selain pakaian, persiapan haji tentu mencakup banyak hal lain, mulai dari urusan administrasi, bimbingan manasik, hingga pendampingan selama di sana. Agar semua prosesnya lebih praktis dan terarah, kamu bisa mempertimbangkan untuk mendaftar Haji Plus melalui Pesona Mekkah Madinah 

Keunggulannya, masa tunggu Haji Plus relatif lebih singkat, yaitu sekitar 5–10 tahun. Selain itu, Pesona Mekkah Madinah telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama (PIHK No. 1195 Tahun 2021) dan menyediakan program cicilan untuk memudahkan perencanaan keuangan.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera konsultasikan rencana ibadahmu bersama tim Pesona Mekkah Madinah

 

Leave a Comment