Jabal Nur, Gunung Tempat Turunnya Wahyu Pertama kepada Rasulullah ﷺ

AdminWeb May 7, 2026

Di antara tempat bersejarah yang paling banyak dikunjungi jamaah di Kota Makkah, Jabal Nur menjadi salah satu lokasi yang memiliki makna sangat mendalam bagi umat Islam. Gunung yang dikenal dengan sebutan “Gunung Cahaya” ini menjadi saksi awal turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah ﷺ.

Dari tempat inilah perjalanan dakwah Islam dimulai. Karena itu, banyak jamaah haji dan umroh yang datang untuk melihat langsung lokasi bersejarah yang menjadi awal turunnya Al-Qur’an.

Sejarah Jabal Nur dan Gua Hira

Jabal Nur memiliki ketinggian sekitar 642 meter di atas permukaan laut dan berada tidak jauh dari Masjidil Haram.

Di puncak gunung ini terdapat sebuah gua kecil yang sangat terkenal, yaitu Gua Hira. Tempat inilah yang dahulu sering digunakan Rasulullah ﷺ untuk bertafakur dan menyendiri dari kehidupan masyarakat Quraisy yang saat itu dipenuhi penyembahan berhala.

Sejak usia sekitar 38 tahun, Rasulullah ﷺ sering menghabiskan waktu di Gua Hira untuk merenungi ciptaan Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Beliau melakukan tahannuts, yaitu beribadah dan menyendiri selama beberapa waktu di gua tersebut.

Hingga akhirnya, di tempat inilah Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu pertama kepada Rasulullah ﷺ.

Turunnya Wahyu Pertama

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dijelaskan bahwa sebelum menerima wahyu, Rasulullah ﷺ sering mendapatkan mimpi-mimpi yang benar.

Kemudian datanglah Malaikat Jibril dan memerintahkan beliau untuk membaca dengan mengatakan:

“Iqra” — Bacalah.

Rasulullah ﷺ menjawab bahwa beliau tidak dapat membaca. Peristiwa itu terjadi hingga tiga kali, sebelum akhirnya Malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama dari Surah Al-‘Alaq.

Momen inilah yang menjadi awal diutusnya Rasulullah ﷺ sebagai Nabi dan Rasul terakhir bagi seluruh umat manusia.

Perjalanan Menuju Jabal Nur

Lokasi Jabal Nur berada sekitar 4–5 kilometer dari Masjidil Haram dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan.

Bagi jamaah yang ingin mendaki hingga ke Gua Hira, perjalanan membutuhkan kondisi fisik yang cukup baik karena jalurnya menanjak dan cukup melelahkan. Namun banyak jamaah tetap antusias mendaki karena ingin merasakan langsung suasana tempat bersejarah tersebut.

Di area kaki gunung juga terdapat museum yang berkaitan dengan sejarah wahyu dan Al-Qur’an. Tempat ini sering menjadi tujuan tambahan jamaah untuk menambah wawasan tentang sejarah Islam.

Mengingat Perjuangan Rasulullah ﷺ dan Sayyidah Khadijah

Banyak jamaah yang tersentuh ketika mendaki Jabal Nur karena membayangkan bagaimana perjuangan Rasulullah ﷺ dahulu saat naik turun gunung untuk beribadah di Gua Hira.

Tidak sedikit pula yang mengingat ketulusan Sayyidah Khadijah RA, istri Rasulullah ﷺ, yang dengan penuh cinta mengantarkan makanan dan kebutuhan beliau ke atas gunung.

Dari kisah ini, umat Islam belajar tentang dukungan, kesabaran, dan pengorbanan dalam perjuangan dakwah Islam.

Jabal Nur sebagai Tempat Mengambil Hikmah

Meski tidak ada anjuran khusus untuk mendaki Jabal Nur, banyak jamaah datang untuk mengambil pelajaran dan mengenang awal turunnya wahyu Al-Qur’an.

Mengunjungi tempat ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk lebih mengenal perjuangan Rasulullah ﷺ dalam menerima amanah besar menyebarkan Islam kepada umat manusia.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Tanah Suci dan mengambil hikmah dari perjuangan Rasulullah ﷺ.

Bersama Pesona Mekkah Madinah, perjalanan haji dan umroh menjadi lebih nyaman, aman, dan penuh makna spiritual dalam menelusuri jejak sejarah Islam di Kota Suci Makkah dan Madinah.

Leave a Comment