Kubah Hijau Masjid Nabawi, Simbol Kerinduan Umat kepada Rasulullah ﷺ

AdminWeb May 7, 2026

Bagi para jamaah yang berkunjung ke Masjid Nabawi, salah satu pemandangan paling ikonik yang selalu menarik perhatian adalah Kubah Hijau atau Al-Qubbatul Khadhra. Kubah ini bukan hanya menjadi bagian dari keindahan arsitektur masjid, tetapi juga simbol cinta dan kerinduan umat Islam kepada Rasulullah ﷺ.

Di balik warnanya yang khas, ternyata Kubah Hijau Masjid Nabawi menyimpan sejarah panjang serta fakta menarik yang belum banyak diketahui jamaah.

Kubah Hijau Berdiri di Atas Makam Rasulullah ﷺ

Kubah Hijau berada tepat di atas Hujrah Syarifah, yaitu tempat dimakamkannya Rasulullah ﷺ bersama dua sahabat mulia, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Yang menarik, ternyata terdapat dua lapisan kubah di area tersebut. Kubah hijau yang terlihat dari luar hanyalah bagian terluarnya, sementara di bawahnya terdapat kubah lain yang lebih kecil dan berada langsung di atas kamar Rasulullah ﷺ.

Sejarah Panjang Pembangunan Kubah Hijau

Awalnya, area makam Rasulullah ﷺ belum memiliki kubah seperti yang terlihat saat ini. Pada masa awal, hanya terdapat pagar sederhana di atas kamar Nabi ﷺ sebagai bentuk penghormatan agar orang yang berada di atap masjid tidak melintas tepat di atas makam beliau.

Kubah pertama kali dibangun pada tahun 678 H pada masa Sultan Qalawun dari Mesir. Saat itu, bentuknya masih sederhana dan terbuat dari kayu.

Namun seiring waktu, Masjid Nabawi mengalami beberapa kali renovasi akibat kebakaran besar yang pernah melanda area masjid.

Pada masa Sultan Qaitbay, kubah dibangun kembali dengan ukuran lebih besar dan kokoh menggunakan batu bata. Kubah tersebut kemudian mengalami beberapa perbaikan hingga akhirnya pada masa Sultan Mahmud Abdul Hamid Khan, warnanya diubah menjadi hijau sekitar tahun 1253 H.

Sejak saat itulah, kubah tersebut dikenal luas sebagai Kubah Hijau Masjid Nabawi.

Kubah Hijau Pernah Berwarna Putih dan Biru

Sebelum berwarna hijau seperti sekarang, kubah ini ternyata pernah memiliki warna putih dan biru. Bahkan dalam beberapa catatan sejarah, Kubah Hijau pernah disebut dengan beberapa nama seperti:

  • Al-Qubbatul Baydha (Kubah Putih)
  • Al-Qubbatuz Zarqa (Kubah Biru)
  • Al-Qubbatul Fayha

Warna hijau sendiri kemudian dipilih dan dikenal luas karena identik dengan ketenangan, kedamaian, serta sering dikaitkan dengan warna penghuni surga dalam tradisi Islam.

Orang Terakhir yang Melihat Makam Rasulullah ﷺ Secara Langsung

Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah adanya ulama yang disebut sebagai orang terakhir yang melihat makam Rasulullah ﷺ secara langsung sebelum area tersebut ditutup permanen.

Beliau adalah Imam As-Samhudi, seorang ulama dan sejarawan Madinah yang turut hadir saat renovasi dilakukan pada abad ke-9 Hijriah. Setelah proses renovasi selesai, makam Rasulullah ﷺ kembali ditutup rapat hingga sekarang.

Fakta tentang Gundukan di Kubah Hijau

Sempat beredar cerita yang tidak benar mengenai adanya “jenazah” di bagian atas Kubah Hijau. Padahal, gundukan tersebut sebenarnya adalah celah ventilasi yang dahulu digunakan saat pelaksanaan Shalat Istisqa atau doa meminta hujan.

Dalam sejarah disebutkan bahwa pada masa paceklik di Madinah, Sayyidah Aisyah RA meminta agar dibuat celah yang menghadap ke langit dari area kamar Rasulullah ﷺ, lalu Allah menurunkan hujan yang deras kepada penduduk Madinah.

Kubah Modern di Era Saudi

Pada masa pemerintahan Arab Saudi, perawatan dan renovasi Kubah Hijau dilakukan secara berkala agar tetap terjaga keindahannya.

Selain itu, di area Masjid Nabawi juga dibangun puluhan kubah modern yang dapat membuka dan menutup secara otomatis. Kubah-kubah tersebut membantu menjaga sirkulasi udara di dalam masjid agar jamaah tetap nyaman saat beribadah.

Lokasi Kubah Hijau di Masjid Nabawi

Kubah Hijau berada di sisi tenggara Masjid Nabawi dan dapat terlihat jelas dari area sekitar gerbang As-Salam. Banyak jamaah yang memanfaatkan kesempatan untuk membaca salam dan shalawat kepada Rasulullah ﷺ ketika berada di dekat area tersebut.

Bagi sebagian besar umat Islam, melihat Kubah Hijau secara langsung menjadi momen yang sangat mengharukan karena mengingatkan pada perjuangan dan kemuliaan Rasulullah ﷺ.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk dapat berziarah ke Masjid Nabawi dan menyampaikan salam langsung kepada Rasulullah ﷺ di Kota Madinah.

Leave a Comment