
Di balik megahnya Kota Makkah, terdapat sebuah gunung bersejarah yang menjadi saksi perjuangan Rasulullah ﷺ saat hijrah menuju Madinah, yaitu Jabal Tsur. Gunung ini bukan sekadar tempat biasa, melainkan lokasi penuh pelajaran tentang tawakal, pengorbanan, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.
Di tengah ancaman kaum Quraisy yang terus memburu Rasulullah ﷺ, Jabal Tsur menjadi tempat perlindungan yang dipilih beliau bersama sahabat setia, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Dari tempat sunyi inilah umat Islam belajar bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba yang berserah diri kepada-Nya.
Kisah Hijrah di Gua Tsur
Jabal Tsur berada sekitar 7 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat Gua Tsur, tempat Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar bersembunyi selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan hijrah ke Madinah.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam dan diabadikan langsung dalam Al-Qur’an. Saat Abu Bakar merasa khawatir karena musuh berada sangat dekat, Rasulullah ﷺ menenangkan beliau dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
(QS. At-Taubah: 40)
Ayat ini menjadi bukti bahwa Jabal Tsur bukan hanya tempat persembunyian, tetapi juga lokasi turunnya ketenangan dan pertolongan Allah bagi Rasul-Nya.
Pelajaran Tentang Ikhtiar dan Tawakal
Kisah di Jabal Tsur mengajarkan bahwa tawakal tidak berarti menyerah tanpa usaha. Rasulullah ﷺ tetap melakukan ikhtiar terbaik dengan memilih jalur yang aman dan bersembunyi di gua sebelum melanjutkan hijrah.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kisah ini menjadi dalil bahwa mengambil sebab atau melakukan usaha tidak bertentangan dengan tawakal kepada Allah SWT.
Karena itu, Jabal Tsur menjadi simbol penting tentang keseimbangan antara usaha manusia dan keyakinan penuh terhadap pertolongan Allah.
Perbedaan Jabal Tsur dan Jabal Nur
Masih banyak jamaah yang menganggap Jabal Tsur sama dengan Jabal Nur, padahal keduanya memiliki sejarah berbeda.
Jabal Nur dikenal sebagai lokasi Gua Hira, tempat pertama kali wahyu Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah ﷺ. Gunung ini menjadi awal dimulainya risalah kenabian.
Sedangkan Jabal Tsur memiliki peran besar dalam peristiwa hijrah Nabi ﷺ. Jika Jabal Nur menjadi awal turunnya wahyu, maka Jabal Tsur menjadi tempat perlindungan dakwah Islam di masa penuh ujian.
Ziarah ke Jabal Tsur
Hingga kini, banyak jamaah haji dan umroh menyempatkan diri berziarah ke Jabal Tsur untuk mengenang perjuangan Rasulullah ﷺ.
Namun perjalanan menuju gua membutuhkan tenaga ekstra karena jalurnya cukup menanjak dan panjang. Karena itu, jamaah dianjurkan mempersiapkan kondisi fisik, membawa air minum yang cukup, serta memilih waktu yang tidak terlalu panas.
Berziarah ke tempat bersejarah seperti Jabal Tsur bukan untuk mencari keberkahan tempat semata, tetapi untuk mengambil pelajaran dan menambah kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Hikmah Besar dari Jabal Tsur
Dari Jabal Tsur, umat Islam belajar bahwa:
- Pertolongan Allah selalu dekat bagi orang yang beriman
- Kesulitan pasti disertai jalan keluar
- Kesetiaan sahabat memiliki nilai yang sangat mulia
- Ikhtiar dan tawakal harus berjalan bersama
Ketika semua jalan terasa tertutup, Allah mampu membuka pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka.
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Tanah Suci dan mengambil hikmah dari perjuangan Rasulullah ﷺ.
Bersama Pesona Mekkah Madinah, perjalanan haji dan umroh menjadi lebih nyaman, aman, dan penuh makna spiritual dalam menelusuri jejak sejarah Islam di Kota Suci Makkah dan Madinah.