
Bagi jamaah yang pertama kali datang ke Tanah Suci, ada satu hal yang sering membuat kagum sekaligus penasaran: adzan Subuh di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dikumandangkan dua kali.
Banyak yang awalnya mengira itu kesalahan jadwal atau pengulangan biasa. Padahal, tradisi ini merupakan sunnah Rasulullah ﷺ yang sudah ada sejak zaman dahulu dan memiliki hikmah yang sangat indah bagi umat Islam.
Sunnah Nabi ﷺ Sejak Zaman Sahabat
Pada masa Rasulullah ﷺ, adzan Subuh memang dikumandangkan oleh dua muadzin berbeda, yaitu Bilal bin Rabah dan Ibnu Ummi Maktum.
Adzan pertama dikumandangkan sebelum masuk waktu Subuh sebagai pengingat bagi umat Muslim untuk bangun malam, melaksanakan tahajud, dan bersiap makan sahur. Sedangkan adzan kedua menjadi tanda resmi masuknya waktu shalat Subuh.
Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
“Sesungguhnya Bilal beradzan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.”
(HR. Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa adzan pertama belum menandakan masuknya waktu Subuh. Karena itu, umat Muslim masih diperbolehkan makan dan minum sahur hingga terdengar adzan kedua.
Makna Adzan Pertama di Tanah Suci
Adzan pertama sering disebut sebagai Adzan Fajar atau Fajr Awal. Adzan ini memiliki banyak hikmah dan tujuan mulia, di antaranya:
- Mengingatkan orang yang sedang tahajud agar bersiap mengakhiri shalat malam
- Membangunkan umat Muslim untuk bersiap melaksanakan Subuh
- Menjadi penanda bahwa waktu sahur masih berlangsung
- Mengajak hati untuk mulai mengingat Allah sebelum fajar tiba
Karena itu, suasana menjelang Subuh di Tanah Suci terasa begitu berbeda. Ketika adzan pertama berkumandang, banyak jamaah mulai memenuhi masjid, membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau melanjutkan ibadah malam mereka.
Adzan Kedua Sebagai Tanda Waktu Subuh
Sementara itu, adzan kedua merupakan penanda resmi masuknya waktu shalat Subuh. Setelah adzan ini dikumandangkan, umat Muslim sudah tidak diperbolehkan lagi makan sahur dan dianjurkan segera bersiap untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Inilah adzan utama yang biasa didengar jamaah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi menjelang pelaksanaan shalat Subuh.
Hikmah Indah di Balik Adzan Dua Kali
Tradisi adzan dua kali di Tanah Suci mengajarkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesiapan hati dan jiwa sebelum ibadah dimulai.
Adzan pertama bukan hanya panggilan suara, tetapi juga “alarm rohani” agar manusia bangun dari kelalaian dan mulai mendekat kepada Allah SWT. Sedangkan adzan kedua menjadi ajakan untuk menyempurnakan ibadah dalam keadaan siap lahir dan batin.
Tidak heran jika banyak jamaah merasa suasana Subuh di Mekkah dan Madinah begitu menenangkan serta penuh kekhusyukan.
Bersama Pesona Mekkah Madinah, sahabat dapat merasakan langsung pengalaman spiritual luar biasa di Tanah Suci, mulai dari menyambut adzan Subuh di Masjidil Haram hingga menikmati ketenangan ibadah di Masjid Nabawi. Karena setiap detik di Tanah Suci selalu menyimpan pelajaran dan kenangan yang tak terlupakan.